Keamanan dalam Struktur Audit

Struktur bangunan gedung adalah sistem antar elemen yang terhubung dengan baik untuk mendisipasi energy beban yang bekerja pada lantai bangunan menuju tanah melalui sistem pondasi (Chafeka et all., 2014). Bagi ahli struktur bangunan sistem struktur pada dasarnya terdiri dari kolom, balok, dinding dan plat serta pondasi bergabung secara vertikal dan horizontal menjadi sebuah struktur bangunan yang utuh dan terintegrasi.
Bangunan memiliki umur ekonomis karena dibuat dari material seperti beton, baja dan kayu sehingga kinerja sistem struktur akan menurun seiring dengan bertambahnya usia bangunan, pemeriksaan kesehatan bangunan beton menjadi penting untuk dilakukan karena menyangkut keselamatan pengguna gedung dan stake holder. Pemeriksaan sistem bangunan secara menyeluruh disebut sebagai “struktur audit” yang hasil pemeriksaan akan menggambarkan keseluruhan kesehatan dan kinerja bangunan seperti dokter memeriksa pasien.
Struktur Audit adalah alat penting untuk mengetahui status sebenarnya dari bangunan yang sudah berumur tua atau telah habis masa pakainya. Audit harus menyoroti dan menyelidiki semua area risiko, dan area kritis yang memerlukan perhatian segera. Juga harus mencakup analisis struktural dari sistem rangka bangunan yang ada.
Di Indonesia dalam kurun 5 tahun terakhir (2015-2020) terjadi berbagai macam keruntuhan bangunan seperti keruntuhan 3 bangunan sekolah yaitu SDN 1 Babatan di Nganjuk, SDN Gentong di Kota Pasuruan, SDN Dukuh Klopo di Jombang, keruntuhan 6 buah pekerjaan jalan tol pada 6 proyek yaitu Tol Pemalang-Batang, Jembatan Ciputrapinggan ruas Banjar-Pangandaran, Beton LRT di Kawasan Cawang, Tol Paspro Jawa Timur, Jembatan overpass caringin jalan tol Bocimi Jawa Barat,Proyek LRT di Palembang, keruntuhan 66.000 rumah saat kejadian gempa di Palu Donggala, keruntuhan 10 Ruko di Jalan Sultan Agung Jember, Kelongsoran basement RS Siloam Gubeng dan sebagainya menunjukkan bahwa kepatuhan praktisi di bidang konstruksi perlu ditingkatkan termasuk pengawasan dan pengendalian perlu di kelola lebih baik, salah satu cara yang paling efektif mengatasi resiko keruntuhan bangunan adalah struktur audit yang dilakukan berkala.
Struktur audit memberikan keamanan bagi pemilik gedung dan stake holder, teknik pemeriksa bisa dilakukan dengan metode destructive (DT) maupun metode yang non destructive (NDT) yang lebih aman tanpa melakukan pembongkaran elemen bangunan dan menyebabkan debu, sistem NDT lebih tepat digunakan untuk pemeriksaan audit bangunan Rumah Sakit.
